Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Saturday, 10 December 2016

Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah radhiallahu ‘anha, menyebutkan tentang pekerjaan yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan di rumahnya:

“Beliau mengerjakan apa yang biasa dikerjakan salah seorang kalian di rumahnya. Beliau menambal sandalnya, menambal bajunya, dan menjahitnya. ” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 540)

 “Beliau manusia biasa. Beliau menambal pakaiannya dan memeras susu kambingnya”. (HR.Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 541)


Dan salah satu jubah beliau, masih bisa kita lihat pada saat ini, dan apabila kita perhatikan masih berbekas tambalan pada bajunya.

Inilah kesederhanaan hidup Rasulullah. Tanpa harus “Jaim”, sebagai pemimpin bangsa Arab ketika itu, beliau berupaya untuk semaksimal mungkin, memanfaatkan barang yang ia miliki.

Wallahu a’lamu bishshawab

Catatan :

1. Apa yang terlihat didalam foto (picture) di atas, kemungkinan adalah replika dari Jubah Rasulullah. Hal ini dikarenakan untuk Jubah yang asli, tentu tidak bisa sembarangan dipegang dan diperlihatkan secara terbuka, demi keamanan agar tidak menjadi rusak, mengingat usianya yang sudah ribuan tahun.

2. Picture Jubah asli Nabi Muhammad

Sunday, 11 September 2016

Sering Alami Depresi, Kini Rapper Ini Temukan Kedamaian Dalam Islam

Dunia hiburan tidak selalu identik dengan kebahagiaan maupun kesenangan. Tak jarang mereka yang sedang naik daun justru mengalami depresi ataupun beban mental yang membuatnya ingin bunuh diri.

Rapper Cantik Masuk Islam. Sama seperti halnya yang dialami oleh seorang rapper wanita terkenal di Perancis bernama Melanie Georgiades. Rapper yang akrab disapa Diam ini sudah memulai karirnya sejak tahun 1994 bersama dengan sebuah grup amatir. Namun karena memiliki suara yang khas, Diam pun akhirnya mendapatkan sejumlah penghargaan dalam bidang musik.
Melanie Georgiades

Sama seperti halnya yang dialami oleh seorang rapper wanita terkenal di Perancis bernama Melanie Georgiades. Rapper yang akrab disapa Diam ini sudah memulai karirnya sejak tahun 1994 bersama dengan sebuah grup amatir. Namun karena memiliki suara yang khas, Diam pun akhirnya mendapatkan sejumlah penghargaan dalam bidang musik.

Meski begitu, ketenaran dan popularitasnya yang berada di atas tidak membuatnya bahagia. Bahkan ia lebih banyak menyendiri di kamarnya dan menolak bertemu dengan orang lain. Di kamar, ia akan berhalusinasi dan menangis tanpa ada yang tahu penyebabnya.

Ketidakbahagiaan itu juga semakin besar ketika kedua orangtuanya memutuskan untuk bercerai setahun setelah Diam mengalami puncak kepopuleran. Sejak saat itu ia pun mengalami beban mental dan berkeinginan untuk bunuh diri.

Karena rasa yang tidak nyaman tersebut, membuat Diam mencoba mencari solusi kepada psikiater. Ia pun lebih memilih untuk meninggalkan dunia keartisannya dan mendaftar di sebuah rumah sakit jiwa guna mencari kedamaian.

“Namun, saya tidak menemukan solusi untuk penyelesaian masalah yang selama ini dihadapi,” ucapnya.

Hingga suatu hari, seorang artis yang juga sahabatnya datang berkunjung ke rumah sakit. Ketika itu adzan tengah berkumandang dan sahabatnya pun meminta izin untuk menunaikan shalat dahulu.

Lantaran merasa heran, Diam kemudian bertanya, “Untuk apa kamu shalat?”

Sahabatnya menjawab, “Saya seorang muslim dan shalat adalah kewajiban bagi saya. Dan saat shalat, saya selalu mendapatkan kedamaian.”

Diam pun langsung berkeinginan untuk melakukan hal yang serupa agar bisa memperoleh kedamaian.

“Kalau begitu saya juga ingin shalat,”
tuturnya.

Sejak saat itu ia kemudian mempelajari Islam dan hal yang berkaitan dengan ibadah shalat bersama dengan sahabatnya yang berasal dari Maroko.

“Ketika bersujud untuk pertama kalinya dan menyentuhkan dahi saya ke lantai, saya sadar dan yakin bahwa sebagai manusia kita hanya harus tunduk kepada Allah bukan kepada manusia lainnya,”
kenangnya saat masuk islam di tahun 2009.

Kini Diam pun sadar apa tujuan ia diciptakan dan saat ini ia sudah hidup berkeluarga dengan damai dan tentram.

Thursday, 8 September 2016

REKENING MILIK UTSMAN BIN AFFAN

Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu sahabat dekat Rasulullah. Beliau juga pernah menjadi khalifah yang ke tiga mengantiakan Umar radiyallahu anhu. Ia dikenal sebagai saudagar kaya raya namun sangat dermawan. Saat islam datang beliau membelanjakan hartanya untuk kepentingan dan dakwah islam.

Namun satu hal yang mengherankan, saat ini Utsman bin Affan memiliki rekening atas nama beliau dan tagihan listriknya juga atas nama beliau. Bahkan saat ini ada sebuah hotel bintang 5 yang sedang dibangun didekat Masjid Nabawi atas nama beliau juga. Padahal beliau telah wafat tahun 35 H atau 1400 tahun yang silam. Lalu bagaimana hal itu terjadi?

Sumur Raumah

Saat itu terjadi musim penceklik di Madinah dan salah satu sumber air yang ada adalah milik seorang yahudi yang pelit. Nama sumur itu adalah Raumah. Dia memanfaatkan momen itu untuk meraup untung dari kaum muslimin. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala.” (HR. Muslim).

Utsman begitu gigihnya ingin sekali mendapatkan janji Allah berupa surga. Kemudian Utsman bin Affan radiyallahu ‘anhu segera beranjak untuk menemui si yahudi pemilik sumur. Utsman bin Affan memberikan penawaran harga yang sangat tinggi, namun si yahudi menolak dengan alasan takut kehilangan penghasilannya dari menjual air tersebut.

Mengetahu penolakan tersebut, Utsman tidak kehilangan akal, dia menawarkan untuk membeli ‘setengah’ dari sumur yahudi tersebut dengan sistem bergilir. Hari pertama milik Utsman hari berikutnya milik yahudi dan begitu seterusnya. si Yahudi setuju dengan ide Utsman dan dia setuju untuk menjual sumurnya tersebut. Dan akhirnya sumur itu diwakafkan Utsman untuk kaum muslimin.

Pada hari pertama kaum muslimin memanfaatkan sumur tersebut dan menyetok persediaan air untuk hari berikutnya. Sedangkan pada hari kedua, si yahudi seperti biasa menjual air dari sumurnya, namun pada hari kedua sumur itu menjadi sepi pengunjung.

Semakin berjalanya waktu si yahudi menyadari bahwa sumurnya tidak mendapatkan penghasilan yang diharapkan, akhirnya si yahudi menjual lagi setengah dari sumurnya kepada Utsaman. Kemudian Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu mewakafkan sumur tersebut kedua kalinya. Sejak saat itu sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya.

Berkah Shadaqah

Setelah sumur itu diwakafkan untuk kaum muslimin dan setelah beberapa waktu kemudian, tumbuhlah di sekitar sumur itu beberapa pohon kurma dan terus bertambah. Lalu Daulah Utsmaniyah memeliharanya hingga semakin berkembang, lalu disusul juga dipelihara oleh Pemerintah Saudi, hingga berjumlah 1550 pohon.

Selanjutnya pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian Saudi menjual hasil kebun kurma ini ke pasar-pasar, setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, sedang setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau di salah satu bank atas nama Utsman bin Affan, di bawah pengawasan Departeman Pertanian.

Begitulah seterusnya, hingga uang yang ada di bank itu cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel yang cukup besar di salah satu tempat yang strategis dekat Masjid Nabawi.
Namun satu hal yang mengherankan, saat ini Utsman bin Affan memiliki rekening atas nama beliau dan tagihan listriknya juga atas nama beliau. Bahkan saat ini ada sebuah hotel bintang 5 yang sedang dibangun didekat Masjid Nabawi atas nama beliau juga. Padahal beliau telah wafat tahun 35 H atau 1400 tahun yang silam. Lalu bagaimana hal itu terjadi?
Pembangunan Hotel atas Nama Utsman bin Affan

Bangunan hotel itu sudah pada tahap penyelesaian dan akan disewakan sebagai hotel bintang 5. Diperkirakan omsetnya sekitar RS 50 juta per tahun. Setengahnya untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, dan setengahnya lagi tetap disimpan dan ditabung di bank atas nama Utsman bin Affan radhiyallahu anhu.

Subhanallah,… Ternyata berdagang dengan Allah selalu menguntungkan dan tidak akan merugi..

Ini adalah salah satu bentuk shadaqah jariyah, yang pahalanya selalu mengalir, walaupun orangnya sudah lama meninggal..

Disebutkan di dalam hadits shahih dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhubahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i]



Oleh : Ustadz Shalahuddin AR Daeng Nya’la
Sumber : Kisah Muslim

TAG :
Like dan sebarkan, agar manfaat dari informasi ini tidak hanya berhenti pada anda, tapi juga bisa dirasakarekenimg usman bin affan,utsman bin affan,kisah utsman bin affan,hotel di madinah,kisah para sahabat nabi,biografi utsman bin affan,kisah sahabat nabi,sahabat nabi,hotel usman bin affan,hotel madinah banda aceh,cerita sahabat nabi,sifat utsman bin affan,sumur utsman bin affan,kisah utsman bin affan lengkap,wakaf usman bin affan,hotel di madinah dekat masjid nabawi,kisah khalifah utsman bin affan,wakaf sumur,khalifah usman bin affan,waqaf,riwayat hidup utsman bin affan,nama nama sahabat nabi,madinah hari ini,sumur,nama sahabat nabi,kisah usman bin affan,foto usman bin affan,perilaku terpuji,hotel utsman bin affan,kisah sahabat nabi muhammad saw utsman bin affan,hotel bintang 5 di madinah,sahabat nabi muhammad saw,keturunan utsman bin affan,hadits tentang wakaf,masa khalifah usman bin affan,sejarah wakaf,nama sahabat rasulullah,shadaqah,khalifah utsman bin affan,cerita para sahabat nabi,riwayat usman bin affan,sejarah sahabat nabi,umar bin affan,para sahabat nabi,rekening bank,pohon tertua di dunia,sahabat rasulullah saw,kisah sahabat utsman bin affan,kerajaan tertua di dunia,kisah kisah sahabat nabi,utsman bin affan ra,teladan,makam utsman bin affan,biodata usman bin affan,sejarah hotel di dunia,nama nama sahabat nabi muhammad,kisah khalifah usman bin affan,kebun kurma,kisah sahabat rasulullah saw,uang mengalir terus ke rekening,wakaf,biografi utsman bin affan lengkap,contoh perilaku terpuji,para sahabat nabi muhammad saw,amalan uang masuk rekening,utsman,sahabat sahabat nabi,silsilah utsman bin affan,foto affan,madinah saat ini,nama hotel di madinah,khalifah hotel,cerita sahabat nabi muhammad,gambar orang bersedekah,kisah umar bin affan,kisah nabi dan sahabat,kisah yahudi,harta peninggalan nabi muhammad,cerita nabi rasul dan sahabat,nama nama sahabat nabi muhammad saw,contoh kepemimpinan,nama nama sahabat rasulullah,kisah sahabat nabi saw,pedang tertua di dunia,nabi paling kaya,kebun kurma madinah,sejarah para sahabat nabi,sahabat sahabat rasulullah,sejarah utsman bin affan,khalifah usman,kota madinah sekarang,hadits wakaf,nama nama sahabat rasulullah saw,nama sahabat,sahabat nabi saw,kisah para sahabat rasulullah saw,kisah para sahabat nabi saw,contoh pidato kepemimpinan,cerita tentang sahabat nabi,dalil tentang wakaf dan arabnya,riwayat sahabat nabi,harga kurma hijra,hotel sahabat,hotel khalifah,nama nama sahabat,peninggalan para nabi yang masih ada,cerita tentang wakaf,utsman bin affan masuk islam,nama nama khalifah,utsman bin affan biografi,sayyidina usman bin affann oleh orang lain, sekaligus merangkai jaring pahala